Minggu, 16 Agustus 2020

PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP JIWA KEAGAMAAN


A. Pengertian Kebudayaan

            Makna budaya atau kebudayaan dalam keseharian kita dapat diartikan sebagai kebiasaan atau mungkin yang sudah lama mengakar hingga dianggap beraasl dari suku atau struktur  genetika seseorang. Namu defenisi defenisi budaya menurut para akademisi jauh lebih luas dari pada itu, Adapun kebudayaaan menurut Raymond Williams Kebudayaan memiliki tiga makna pertama yaitu mengenai perkembanan intelektual, spiritual, dan estetik individu, kelompok atau masyarakat. Kedua yaitu menangkap sejumlah aktivitas intelektual dan artistic serta produk-produknya(Film, kesenian, teater). Ketiga yaitu mengenai seluruh gaya hidup, aktivitas, kepercayaan dan kebiasaan seseorang atau kelompok masyarakat.

B. Unsur-Unsur Kebudayaan 

Ketujuh unsur tersebut adalah

1. Bahasa 

2. Sistem pengetahuan

3. organisasi sosial dan system kekerabatan

4. system peralatan hidup dan tekhnologi

5. Sistem mata pencaharian

6. system religi

7. kesenian

Dalam system religi ada wujud kebudayaan yaitu:

1. gagasan/ ide, nilai-nilai, norma agama itu dapat bebbentuk paham ketuhanan, kepercayaan terhadap neraka, surga, malaikat dan sebagainya.

2. Tindakan berpoladan berbagai aktivitas agama itu dapat berbentuk kegiatan ritual, penghormatan dan sebagainya.

benda atau hasil karya manusia dalam unsur keagamaan berbentuk patung, tasbih, kaligrafi, kitab suci dan sebagainya.

C. Kebudayaan Dan Tradisi Keagamaan

Herskoits memandang kebudayaan sebagai susuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Sementara, menurut Andreas Eppink kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai norma, ilmu pengetahuan, serta keseluruhan struktur-struktur social religious dan lain-lain. Tradisi menurut Parsudi Suparman, merupakan unsur sosial budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat dan sulit berubah. Umumnya tradisi erat kaitannya dengan mitos dan agama. Mitos lahir dari tradisi yang sudah mengakar kuat disuatu masyarakat, sementara agama dimahami berdasarkan kultus setemoat sehingga mempengaruhi tradisi.

D. Psikologi dalam hubungan Keluarga

Keluarga memiliki fungsi, yaitu:

1. Mendapatkan keturunan dan membesarkan anak

2. Memberikan afeksi atau kasih sayang, dukugnan dan keakraban.

3. Mengembangkan kepribadian dan meneruskan adat istiadat, kebudayaan, agama, sistem nilai moral kepada anak.

Menurut Hinde relasi orang tua-anak mengandung beberapa prinsip pokok.

a. Interaksi

b. Kontribusi Mutual

c. Keunikan

d. Pengharapan masa lalu

e. Antisipasi masa depan



Upaya orangtua dalam mengembangkan jiwa beragama anak pada masa kandungan dilakukan secara tidak langsung, karena kegiatannya bersifat pengembangan sikap, kebiasaan, dan perilaku-perilaku keagamaan pada diri orangtua itu sendiri. Upaya-upaya yang seyogyanya dilakukan orangtua (khususnya ibu) pada masa akan dalam kandungan itu diantaranya sebagai berikut:

1. Membaca doa pada saat berhubungan suami-istri yaitu: “Allahuma jannibnasysyaithana, wajannibisysyaithana minma razaqtana” ( ya Allah jauhkanlah kami dari godaan syaithan, dan jauhkanlah gangguan syaithan dari rizki (anak) yang engkau anugrahkan kepada kami).

2. Meningkakan kualitas ibadah shalat wajib dan sunnah dan melaksanakan shalat sunnah tahajjud.

3. Mentadarrus al-Qur’an sampai khatam dan mempelajari tafsirnya, dan memperbanyak dzikir kepada Allah, terutama setelah shalat fardlu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar