Kamis, 13 Agustus 2020

Ikhtiar & Tawakkal Dalam Menghadapi Musibah

View this post on Instagram

KKL-DR H-21 Islam bukan hanya sekedar mengajarkan umatnya untuk berpasrah tawakal dengan menyerahkan urusan kepada Allah, namun konsep ketawakalan dalam Islam lebih menekankan pada tindakan aktif untuk mencari berbagai solusi dalam menghadapi bencana atau musibah. Perhatikan bagaimana kisah seorang sahabat yang ditegur oleh Rasulullah sebab hanya mengandalkan model kepasrahan pasif, sementara Rasulullah memahami dengan konsep kepasrahan aktif, yaitu berusaha semaksimal mungkin yang mampu dilakukan kemudian berpasrah diri kepada Allah. Adanya konsep Lockdown yang melarang seseorang untuk keluar dari wilayah yang terkena wabah ataupun masuk ke daerah wabah. Demikian pula dengan konsep sosial distancing yang mengatur jarak sosial antara individu dengan individu lainnya sebagaimana yang di anjurkan oleh Amr Bin Ash dalam menghadapi wabah bencana pada saat itu. Bahkan pula Rasulullah Saw melarang para sahabat untuk dekat-dekat dengan penderita kusta. sebagaimana dalam sabdanya: "Janganlah kalian terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta" (HR al-Bukhari). Semua tindakan ini adalah sebagai wujud dari konsep tawakal aktif itu sebab Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali ada upaya sungguh-sungguh dari kaum itu sendiri untuk merubah nasibnya. Ketawakalan aktif dalam bencana mensyaratkan adanya usaha sungguh-sungguh yang disebut dengan ikhtiar. Ikhtiar dibagi dua yaitu ikhtiar lahir dan ikhtiar bathin. Ikhtiar lahir adalah setiap tindakan diupayakan melalui usaha-usaha secara fisik semisal melakukan proses pencegahan dan tindakan tindakan preventif lainnya atas suatu wabah yang terjadi. Sementara ikhtiar batin secara garis besar terbagi menjadi dua bagian, yaitu berdoa dan tawakal. Ikhtiar lahir haruslah lebih didahulukan daripada hanya sekedar ikhtiar batin sekalipun ikhtiar batin mampu lebih menenangkan seseorang sehingga tidak salah jalan dalam melakukan ikhtiar lahir. Artinya, kedua jenis ikhtiar ini harus dilakukan secara bersamaan, terlebih khususnya sebagai sebuah tindakan dalam menghadapi wabah.

A post shared by Chairul Husni Lubis (@khairulhusni905) on

Tidak ada komentar:

Posting Komentar