A. Peranan Pendidikan Keluarga Dalam Perkembangan Jiwa Keagamaan Anak
Keluarga menurut para pendidik merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan pendidiknya adalah kedua orang tua. Orang tua adalah pendidik kodrati. Mereka pendidik bagi ank-anaknya karena secara kodrat ibu dan ayah diberikan anugrah oleh tuhan pencipta berupa naluri orang tua. Karena naluri ini, timbul kasih sayangpara orang tua terhadap anak mereka, sehingga secara moral keduanya merasa terbeban tanggung jawab untuk memelihara, mengawasi, melindungi, serta membimbing keturunan mereka.
Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar bagi pembentukan jiwa keagamaan. Perkembangan agama menurut W.H.Clark, berjalin dengan unsur-unsur kejiwaan sehingga sulit di identifikasisecara jelas, karena masalah menyangkut kejiwaan, manusia begitu rumit dan kompleksnya. Namun demikian, melalui fungsi-fungsi jiwa yang masih sederhana tersebut, Agama terjalin dan terlibat didalamnya. Melalui jalinan unsur-unsur dan tenaga kejiwaan ini pulalah agama itu berkembang. Dalam kaitan pula itulah terlihat peran pendidikan keluarga, dalam menanamkan jiwa keagamaan pada anak, Maka, tak mengherankan jika rosul menekan kan tanggung jawab itu pada kedua orang tua.
pendidikan informal (keluarga), atau pendidikan pertama adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, hal ini adalah menjadi pendidikan primer bagi peserta dalam dalam pembentukan karakter dan kepribadian, hal ini penulis fikir sesuai dengan konsep al Qur’an dalam masalah pendidikan dikeluarga yaitu menjaga keluarga kita dari hal-hal yang negatif, firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. AT TAHRIM:6)
Peran yang telah dilakukan oleh para orang tua dalam membentuk jiwa agama anak antara lain:
1. Menanamkan nilai-nilai agama pada anak sejak dini, yaitu sejak anak baru lahir bahkan ketika anak masih dalam kandungan.
2. Menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang bernafaskan Islam dengan harapan agar anak dapat berpikir, bersikap dan berperilaku yang islami, dan
3. Melakukan pendampingan dan bimbingan pada setiap aktivitas anak agar jiwa agama dapat tumbuh dengan baik. Dengan demikian, diharapkan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang matang, baik secara fisik maupun psikis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar