Senin, 17 Agustus 2020

Moderasi Beragama Dalam Islam

View this post on Instagram

KKL-DR H-27 Moderasi adalah jalan pertengahan, dan ini sesuai dengan inti ajaran Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Oleh karena itu, umat Islam disebut ummatan washathan, umat yang serasi dan seimbang, karena mampu memadukan dua kutub agama terdahulu, yaitu Yahudi yang terlalu membumi dan Nashrani yang terlalu melangit. Hal ini terbukti dengan adanya perpindahan arah kiblat yang asalnya menghadap Masjidil Aqsha yang ada di Palestina berpindah menjadi menghadap Masjidil Haram yang ada di Makkah. Ini membuktikan kemandirian dan kemurnian ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang tidak terpengaruh oleh agama terdahulu yang mengagungkan Masjidil Aqsha. Dengan tegas hal ini diungkapkan oleh Alquran dalam surat al-Baqarah [2] ayat 143: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”. Dengan demikian, moderasi sama pengertiannya dengan al-washatiyyah – sebagaimana diungkapkan dalam ayat di atas. Menurut Ibnu Faris, sebagaimana dikutip oleh Muchlis M. Hanafi (2009), bahwa al-washatiyyah berasal dari kata wasath yang memiliki makna adil, baik, tengah dan seimbang. Bagian tengah dari kedua ujung sesuatu dalam bahasa Arab disebut wasath. Kata ini mengandung makna baik seperti dalam ungkapan hadis, ‘Sebaik-baik urusan adalah awsathuha (yang pertengahan)’, karena yang berada di tengah akan terlindungi dari cela atau aib (cacat) yang biasanya mengenai bagian ujung atau pinggir. Selanjutnya M. Hanafi (2009) mengutip pendapat pakar tafsir Abu Su’ud, bahwa kata wasath pada mulanya menunjuk pada sesuatu yang menjadi titik temu semua sisi seperti pusat lingkaran (tengah). Kemudian berkembang maknanya menjadi sifat-sifat terpuji yang dimiliki manusia karena sifat-sifa tersebut merupakan tengah dari sifat-sifat tercela. Seperti sifat dermawan adalah pertengah antara kikir dan boros, berani pertengahan antara takut dan sembrono. #kkldr2020 #kkldriainpsp #kkldriainpsp

A post shared by Chairul Husni Lubis (@khairulhusni905) on

Tidak ada komentar:

Posting Komentar